Showing posts with label preciouswords. Show all posts
Showing posts with label preciouswords. Show all posts

Wednesday, October 6, 2010

Sebuah Catatan Dalam Jeda Perjalanan

Kawanku,
beribu kata ditorehkan
beribu jejak ditinggalkan
sejak pertama kali kita bertemu


Kawanku,
ingatkah kau,
kita pernah tertawa bersama,
menangis bersama
Jantung berdebar-debar,
menanti ujian, menyelesaikan tugas,
mencoba mewibawakan diri di hadapan pasien
Ingatlah selalu masa-masa jaga malam yang panjang,
tidur dengan mata setengah terpejang,
dan keesokan harinya, pikiran kosong.... (akibat terlalu banyak begadang)


Maafkanlah aku kawan, bila saat itu aku tak cukup waktu mendengar keluhmu
Atau sekeddar berbagi tawa, berbagi cerita


Kawanku, apakah pernah kau berhenti sejenak
mengingat wajah-wajah pasien
ada yang sembuh, ada yang akhirnya tiada
Ingatlah wajah-wajah keluarganya yang penuh harap
Kawan, mereka ada, untuk kita
Mereka seperti ayah, ibu, atau saudara
Sudahkah kita ucapkan terimakasih,
karena tanpa mereka, gelar kebanggan ini tak akan ada di belakang nama kita


Kawan, ingatkah kau, ketika tak sengaja kau menghardik?
Mereka orang tak punya, tak berpendidikan,
tak mengerti apa yang kita ucapkan
Kawan, merekalah yang membuat kita berada di sini
Ingatlah selalu, selamanya kita berhutang pada mereka


Dan kepada orangtuaku,
aku inngin ucapkan salam
Aku ingin ucapkan dengan teramat tulus, rasa bangga, karena telah memberikan yang terbaik,
memberikan kesempatan hingga sampai disini, menjadi orang yang berarti
Aku ingin sembahkan sujud,
untuk semua perjuangan tak terperi, tangis tak berbunyi, lelah yang tergurat meski tak terkatakan


Ibu, Ayah... air mata dalam doa-doamu
telah mengawal hari-hari, meringankan langkah-langkah
Tnpa disadari,
mungkin kau sedang sedih,
mungkin kau sedang rindu,
tapi aku di sini, terlalu sibuk, hanya dapat sekedar menanyakan kabar


Maka,
ucapan ini rasanya begitu sederhana,
tapi ayah dan ibu,
hanya ini yang mampu kukatakan...
Terimakasih, terimakash atas segalanya


Dab untuk kekasih,
ampuni aku, ampuni telah mengambil waktumu
Hanya kemakluman selalu yang kuminta, tuntutan yang tak bisa ditawar
Dan kelulusan ini adalah hadiah tak seberapa untuk cinta
yang telah kau jabarkan,
dalam pengertianmu, dalam kesabaranmu


Dan anak-anakku...
Seharusnya akulah yang berkorban untukmu,
tetapi dalam tubuh mungilmu, justru jiwamulah yang jauh lebih besar
menerimaku apa adanya...
Terimakasih nak, terimakasih sayang....


Kepada guru-guruku...
Ah, tak sanggup lagi kukatakan
Betapa malunya aku, tak mampu memenuhi harapmu
Beratnya bebanku memanggul amanah, menjaga ilmumu
Kurasa, inilah yang terberat, inilah yang tak tergantikan
Guru-guru yang dengan kesungguhan
mendidik, membimbing, dan menyediakan waktu


Akan ku rindu tempatku bertanya, sosok bersahaja dan bijaksana,
senyuman yang menandakan kau bangga
dan tempaan yang membuat aku ingin belajar
Doakan kami guru,
izinkan kami meneruskan perjuanganmu, menempuh jalanmu
Kamilah muridmu selalu...


Kawan, kini tiba saatnya
aku ucapkan selamat tinggal
Kuharap persahabatan kita tak lekang oleh masa


Semoga catatan dalam jeda perjalanan ini, terus membekas
dalam hatimu, meski waktu telah berlalu
Semoga mimpi-mimpi kita akan tercapai, tak berhenti sampai disini
Selamat tinggal kawan...
Selamat memenuhi catatan dalam perjalanan yang baru...
Telah bertapak sudah, telah berakhir,
Kau dan aku kini saatnya berpisah...


(Dibacakan pada PLD Ilmu Penyakit Dalam 2010
ditulis oleh seorang sejawat, ibu dua orang putra)

Saturday, August 7, 2010

Selamat Datang Ramadhanku

Alhamdulillah seminggu sebelum Ramadhan saya sempat menghadiri beberapa tarhib, atau munggahan, sebuah peringatan menyambut kedatanga bulan suci umat ini. Tujuannya, tentu, agar bulan penuh berkah ini tidak berlalu sia-sia, lebih baik daripada yang lalu-lalu, dan meninggalkan jejak pada pribadi kita bahkan kalau bisa masyarakat dan bangsa kita.

Di bulan ini ramai-ramai umat menjalankan ibadah puasa. Ibadah yang paling mudah, karena anak TK pun bisa. Ibadah yang paling sedikit pahalanya, karena dari sumber manapun tidak pernah disebutkan berapa jumlahnya seperti layaknya ibadah sholat atau dzikir. Ibadah yangdilakukan hanya untuk Allah SWT, sedangkan ibadah lainnya adalah untuk yang mengerjakannya. Sehingga, bukan di situ saja seharusnya konsentrasi kita pada bulan ini. Masih banyak ibadah lainnya, ibadah yang tidak kalah esensinya, yang seharusnya bisa lebih kita optimalkan. Berikut adalah 10 ibadah utama di bulan Ramadhan ini:

1. Sahur di akhir waktu: intinya sebenarnya bukan pada makannya. Karena sahur sendiri bukan berarti makan malam, tapi bangun pada malam hari, dan keutamaannya adalah pada sepertiga akhir malam. Pada waktu itu adalah waktu yang penuh keberkahan. Dan makan sahur itu adalah salah satu keberkahannya.

2. Buka di awal waktu: bukanya Rasulullah SAW adalah dengan 3 butir kurma dan air, setelah itu beliau sholat langsung sholat maghrib. Setelah berbuka beliau tetap memelihara rasa lapar dan tidak makan hingga kenyangan.

3. Qiyamul Lail: pengertian qiyamul lail adalah rangkaian sholat dua raka’at dengan satu witir, mengenai jumlah raka’at dan waktu pelaksanaan witirnya itu diserahkan kepada masing-masing individu. Qiyamul lail yang baik adalah yang lama dan khusyuk, seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.

4. Tilawah Al-Qur’an: kita dianjuran untuk mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan ini, paling cepat adalah dalam 3 hari, yang berarti sehari kita membaca 1/3 Al-Qur’an. Sedangkan yang paling lama, tentu saja kita membaca 1/30 Al-Qur’an per hari, itulah asal usulnya Al-Qur’an dibagi menjadi 30 juz, yang berarti 1 juz untuk 1 hari.

5. Zikir dan Doa: seluruh waktu di bulan Ramadhan ini adalah waktu yang baik untuk berzikir dan berdoa, terutma menjelang berbuka puasa. Sayangnya pada waktu tersebut kita biasanya lebih sibuk mempersiapkan hidangan buka puasa atau malah terjebak di kemacetan.

6. Zakat : kegiatan duniawai yang membutuhkan banyak biaya, sangat diurangi di bulan ini. Sehingga seharusnya jatah untuk berzakat di bulan yang penuh berkah ini bertambah. InsyaAllah keberkahannya pun bertambah-tambah.

7. Amalan sunah

8. Hindari perkara mu’bah yang tidak bermanfaat: sehingga waktu untuk beribadah yang jelas lebih bermanfaat akan bertambah.

9. I’tikaf: cukup diartikan sebagai hadir di masjid. Hadir disini tentu secara total, selain raga juga jiwa kita berada disana. Bukan dengan membawa bantal dan selimut, karena kalau untuk tidur anak-anak juga tahu tempatnya adalah di kamar tidur, bukan di masjid. Jadi lakukanlah hal yang sepantasnya orang lakukan di masjid.

10. Lailatul Qadr: kejarlah malam 1000 bulan ini pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir, yaitu malam ke 21,23,25,27, dan 29. Namun jika tidak sempat sempatkan pada 3 tanggal terakhir. Dan jika tidak,s etidaknya pada tanggal 27, semoga kita mendapatkan malam Lailatul Qadr.