Thursday, January 7, 2010

TGQS

Mengapa saya gemar / tergila2 / kata ayah saya ketagihan drama korea yg satu ini? Saya rasa, ini pembelaan saya, pembelajaran yang dapat saya ambil sambil asyik nonton akting para pemerannya.


Kepedean Chuncu: meskipun masih muda dan tidak punya dukungan tapi dengan kelebihannyanya, yaitu kecerdasan dan kemampuan diplomasi, Chuncu menunjukkan bahwa org yg muda punya kelebihan dalam kemudaannya (dalam usia dalam hal pemikiran), dengan itu ia bisa menandingi yang lebih tua, dan menyusun basis kekuatannya sendiri, bersaing meraih keinginannya tanpa perlu merasa minder atau tak berdaya. Sepertinya saya harus banyak belajar padanya =)


Kepemimpinan Yushin: Yushin mengatakan bawa mempertahankan kepercayaan rakyat terhadap pemimpinnya lebih sulit daripada mempertahankan cinta pria dan wanita. Makanya ia memilih mengorbankan diri (dan cinta)-nya demi rakyatnya, dan itu adalah hal yang di kemudian hari memberikan kemampuan padanya untuk menyatukan tiga negara, seperti yang diimpikannya. Saya jadi bertanya2, hari gini masih adakah pemimpin sekaliber dirinya dalam menjaga kepercayaan rakyat dan menjadi apa adanya (bahkan terkesan bodoh? ^.^)


Keeleganan Mishil: mungkin kalau cowok akan saya sebut kejantanan, tapi Mishil adalah seorang wanita, wanita yang cerdas (atau licik?), berambisi, dan pengendali yang baik. Orang2 bisa setia padanya tentu bukan tanpa alasan. Ia bisa menyatukan berbagai pihak dengan cara memahami keinginan masing2 pihak, memenuhi kebutuhan mereka, hingga kemudian menggunakan kesetiaan yang diperolehnya untuk mencapai tujuannya. Pantas jika putri Deokman senang mempunyai musuh seperti Mishil, karena dari Mishil-lah ia bisa banyak belajar.


Keyakinan Deokman: sejak menyatakan dirinya menginginkan tahta Shilla, tidak sedikit tantangan yang harus dihadapi Deokman. Dari awal ia telah memutuskan mengorbankan perasaannya. Ia belajar dari musuhnya. Dan ia terus belajar dari sejarah meskipun ia telah memenangkan duel otak dengan strategi2 yang tidak konvensional. Kekuasaan yang dimilikinya tidak serta merta untuk memenuhi ambisi pribadinya (suatu hal yang berbeda dari Mishil). Deokman adalah ‘tuan negeri ini’, yang artinya ia mendedikasikan semua itu untuk rakyatnya, orang2 yang dipimpinnya. Pantaslah orang2 dapat mempercayainya dan menjadikannya sebagai pemimpinnya, karena mereka yakin mimpi Deokman adalah mimpi mereka juga.