Sunday, February 20, 2011

Kado dari (mimi di) Surga




Hujan tak berhenti belakangan ini. Asisten rumah tangga kami pasti bersukaria karena satu tugasnya telah dilakukan langit. Pot-pot di keluarkan dari beranda, tanaman gantung diturunkan dari ayunannya, lalu biarlah alam dengan liar merawat mereka. Ah ya, aku minta maaf, sudah lama sekali aku tak menyentuh asal penciptaanku, tanah.
Berbicara tentang itu semua, semua tanaman yang kini dirawat dengan seadanya di halaman depan maupun belakang, tentu aku tak bisa melepaskan mimi dari ingatan. Mimi paling bahagia melihat tanaman-tanaman itu tumbuh dengan subur, beranak-pinak, apalagi berbunga. Kata mimi, mereka itu tahu berterimakasih, beda dengan manusia yang sering membangkang, mereka itu makhluk Tuhan yang patuh.Bahkan setelah satu tahun lebih kebergiannya, tanaman-tanaman itu terus saja menghiasi. Seolah mereka masih bisa merasakan harap jari jemari mimi yang dulu merawatnya.
Anggrek-anggrek mimi bermekaran lagi di awal bulan ini, bukan hanya sebatang, tapi dua, bahkan tiga. Mi, terimakasih kadonya. Indah sekali. Maafkan aku, putrimu, jika aku tak bisa membalas dengan seindah itu.